THE MOUNTAINS MOVERS

GOD doesn’t create you to be a people pleaser. He wants you to move mountains!
(TUHAN tidak menciptakan kamu untuk menyenangkan hati manusia. DIA mau kamu memindahkan gunung-gunung).

Hidup di era jaman NOW punya tantangannya sendiri, apalagi kalau mental dan iman kamu tidak kuat. Godaan dan tantangan hadir dalam setiap lini kehidupan kita.
Opini, persepsi, pandangan dan perasaan orang banyak pun seringkali menjadi pertimbangan utama kita dalam bersikap dan bertindak.
Jangan bikin ini atau itu, karena hal tersebut tidak populer. Jangan melawan arus, ikuti saja. “Go with the flow“, kurang lebih begitulah kata generasi jaman NOW.
Kebenaran tidak lagi menjadi patokan utama kita karena Kebenaran semakin menjadi tidak populer. Mau itu di dunia sekuler ataupun di dunia keimanan, Kebenaran menjadi lebih sulit untuk mendapatkan tempat yang terhormat dalam kehidupan jaman NOW.
Kita cenderung mengambil sikap kompromistis terhadap banyak hal. Mulai dari hal-hal kecil sampai dengan hal-hal besar.
Banyak gereja sudah tidak berani lagi bicara tentang dosa dan neraka karena bisa-bisa jemaatnya migrasi ke gereja lain. Maka Kesejahteraan, Kemakmuran, Mujizat yang dikemas dalam paket Keselamatan pun dijadikan umpan utama. Menabur lebih banyaklah maka kamu pun akan menuai lebih banyak lagi, bahkan berkali-kali lipat! Kedengarannya keren dan penuh janji-janji profetik (surgawi).

Lantas di manakah Kebenaran yang hakiki? Atau apa ‘Best Practice‘ nya hidup benar?

Sebelas (11) dari Duabelas (12) murid (bukan pengikut) Yesus telah memberikan contoh konkrit tentang cara dan gaya hidup orang benar. Mereka disebut sebagai “Murid Yesus” bukan tanpa alasan. Dari 12, cuma satu yang korslet di tengah jalan karena tidak mampu bertahan hidup dalam tekanan ekonomi & godaan sosial.
Militansi, kesederhanaan, integritas, kasih dalam ketegasan, tidak berkompromi dan rela berkorban bahkan mati untuk suatu kebenaran adalah beberapa contoh Gaya Hidup orang benar yang dilakoni oleh ke 11 murid Yesus ditambah dengan Paulus dan generasi berikutnya. Yang mereka ceritakan keliling adalah Dosa, Pertobatan, Pemuridan dan Keselamatan.
Di mana pun mereka hadir, mereka bawa kemuliaan dan kuasa ALLAH bersama mereka.
Mereka fokus pada ‘Moving Mountains’, memindahkan ‘gunung-gunung’ yang menjadi penghalang antara manusia dan Keselamatan yang Yesus janjikan. Tidak pernah sekalipun mereka berkompromi untuk menyenangkan hati orang.
Makanya mereka disebut sebagai “MURID”, bukan “PENGIKUT”!
Karena di dalam dunia ini tidak ada istilah ‘murid-muridan’, tapi yang sering kita dengan adalah istilah “ikut-ikutan”.

Ah, kita bisa bilang: “Tapi kan kita bukan malaikat, cuma manusia biasa!”. Pernyataan yang benar-benar-salah atau salah-salah-benar.
Sebagai manusia biasa, para murid Yesus bisa ‘jatuh’ juga, tetapi mereka langsung bangkit kembali dan bertahan dengan Kebenaran sampai ajal menjemput mereka satu per satu.
Di lain pihak, Malaikat juga banyak yang jatuh, cuma bedanya dengan para murid, mereka gak bisa bangkit kembali dan terus tetap jatuh sampai dunia berakhir!

Ketika seorang kaya mau ikut Yesus, dengan halus Yesus menolaknya. Kenapa? Karena harta, kekayaan, jabatan, posisi, pamor dan lain sejenisnya hanya akan mendistorsi orang tersebut (dan kita) dalam menjalankan tugas kita sebagai “Mountains Movers“.

Gak ada yang salah dengan Kekayaan, Kemakmuran, Jabatan dan Ketenaran. Tetapi pertanyaan krusialnya adalah: Mampukah dan beranikah kita meninggalkan semuanya itu untuk sebuah kebenaran? Beranikah kita meninggalkan gaya hidup kita saat ini dan mulai meneladani gaya hidup seorang murid?
Kamu Murid atau Pengikut? Hanya murid yang bisa lulus ujian, pengikut hanya bisa menonton saja.

APA RESOLUSI-MU UNTUK TAHUN 2018?

 

——– ++ ——–

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail